Fadhilah shalat berjamaah diawal waktu (dimasjid)
Qobats bin Assyam Allaith r.a. meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasululloh Saw. bersabda : Sholatnya 2 orang secara berjamaah lebih disukai Alloh Swt. daripada sholat 4 orang secara sendiri-sendiri. Sholatnya 4 orang secara berjamaah lebih disukai oleh Alloh Swt. daripada sholatnya delapan orang secara sendiri-sendiri. Sholatnya 8 orang secara berjamaah lebih disukai oleh Alloh Swt. daripada sholatnya 100 orang secara sendiri-sendiri.
Dalam hadits lain dikatakan jamaah yang lebih besar lebih disukai Alloh Swt. daripada jamaah yang kecil. Sebagian orang berpendapat bahwa tidak ada salahnya sholat berjamaah di rumah atau di tempat kerjanya (kantor, toko, dsb.). Ini adalah pendapat yang keliru. Pertama, mereka tidak dapat memperoleh KEUNTUNGAN sholat berjamaah di masjid, kedua mereka kehilangan keberkahan karena tidak bergabung dalam jamaah yang besar, karena semakin besar/banyak orang yang berjamaah Alloh semakin memberikan keberkahan dalam jamaah yang besar tersebut.
Kalau tujuan kita sholat untuk mencapai keridoan Alloh Swt. Mengapa kita tidak melakukan amalan (sholat) yang lebih diridoi Alloh Swt. yaitu dengan sholat berjamaah.
Banyak kerugian yang kita derita dengan sholat sendiri/tidak berjamaah. Belum tentu bacaan sholat kita, terutama bacaan Al Fatihah, benar atau sempurna, belum tentu khusyu, dan lain-lain. Dengan sholat berjamaah segala kekurangan-kekurangan kita dalam syarat dan rukun sholat ada kemaafan dari Alloh Swt.
Banyak kerugian yang kita derita dengan sholat sendiri/tidak berjamaah. Belum tentu bacaan sholat kita, terutama bacaan Al Fatihah, benar atau sempurna, belum tentu khusyu, dan lain-lain. Dengan sholat berjamaah segala kekurangan-kekurangan kita dalam syarat dan rukun sholat ada kemaafan dari Alloh Swt.
Shalat berjamaah di masjid buat seorang laki-laki lebih utama dari pada shalat berjamaah di rumahnya. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW berikut ini:
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم قال, "صَلاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وعِشرينَ دَرَجَةً" مُتّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat." (HR Muttafaq 'alaihi)
وَلَهُمَا عَنْ أَبِي هُرَيْرةَ رَضيَ اللَّهُ عَنهُ "بِخَمْسٍ وَعشْرين جُزْءًا وَكَذَا لِلْبُخَاريِّ عَنْ أَبي سَعِيدٍ رَضيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَالَ, "دَرَجَةً."
Dan riwayat kedua namun lewat jalur Abi Hurairah ra. disebutkan, "dengan 25 bagian." Dan dari riwayat Abi Said menurut Bukhari dengan lafadz; "derajat." Beberapa ulama menafsirkan hadits Rasulullah SAW tentang fadhilah shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dari shalat sendirian atau 25 bagian, dengan memberikan beberapa ketentuan, yaitu shalat berjamaah itu dilakukan di masjid di awal waktu.
Di antara rahasia fadhilah shalat berjamaah di masjid itu adalah:
- Sebelum berjalan ke masjid, ketika seseorang berwudhu' di rumahnya, bukan berwudhu' di masjid, dia telah mendapatkan pahala atas wudhu'nya.
- Ketika dia memakai pakaian dan wewangian dengan niat karena akan masuk masjid, maka dia akan mendapat pahala tersendiri. Karena Allah SWT telah memerintahkan agar seseorang berhias setiap masuk masjid.
- Ketika seseorang berjalan ke masjid dengan melangkahkan kaki, maka tiap langkah kakinya itu mendapatkan kebaikan tersendiri yang mendatangkan pahala.
- Ketika masuk masjid, seseorang akan mendapat pahala bila membaca doa masuk masjid.
- Masih ketika masuk masjid, dia juga akan mendapatkan pahala ketika melangkah dengan kaki kanannya.
- Begitu masuk masjid, seseorang akan mendapat kesempatan mendapatkan pahala dari shalat tahiyatul masjid.
- Kemudian ketika seseorang duduk di masjid sambil menunggu datangnya waktu shalat, dia sudah terbilang melakukan i'tikaf bila dia meniatkannya. Menurut mazhab As-syafi'iyah, i'tikaf bisa dilakukan asalkan dengan niat dan berdiam di masjid, meski hanya sesaat saja.
- Begitu adzan berkumandang, dia juga akan mendapatkan kesempatan mendapatkan pahala tersendiri dengan mendengarkan adzan dan menjawabnya. Apalagi bila dia sendiri yang melakukan adzan.
- Setelah mendengar adzan, dia akan mendapatkan kesempatan mendapatkan kebaikan lagi ketika membaca doa setelah adzan.
- Selesai doa adzan, dia akan mendapatkan lagi kesempatan mendapat pahala dengan shalat sunnah qabliyah.
- Setelah iqamat didengungkan, lalu imam mengatur barisan, dia akan mendapatkan pahala lagi bila ikut memperhatikan imam dan mengatur barisannya agar lurus dan rapat.
- Pada saat shalat jamaah dilaksanakan, dia akan mengikuti semua gerakan imam dengan baik. Kalau imam berdiri, maka dia berdiri, kalau imam rukuk, maka dia rukuk, kalau imam sujud maka dia ikut sujud. Semua tindakannya mengikuti imam itusudah mendatangkan pahala tersendiri.
- Ketika imam sampai pada bacaan "waladhdhaallin", maka dia menjawab, "amiin." Jawaban itu mendatangkan pahala tersendiri.
- Dia juga akan mendapatkan pahala tersendiri ketika mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, dibandingkan saat shalat sendirian di rumah, atau berjamaah di rumah. Karena salam itu doa untuk orang yang di kanan dan kirinya. Dan karena di masjid jumlah jamaahnya lebih banyak, maka doa yang akan diterimanya jauh lebih banyak.
- Selesai shalat wajib, dia akan mendapatkan pahala lagi bila membaca beberapa lafadz dzikir atau doa.
- Kemudian kesempatan berikutnya lagi adalah ketika dia melakukan shalat sunnah ba'diyah shalat.
- Di dalam masjid, dia tentu akan bertemu dengan banyak jamaah shalat lainnya. Ketika bertemu dan memberi salam, dia akan mendapatkan pahala tersendiri.
- Sambil memberi salam, apabila dia juga berjabat tangan, maka dia pun akan mendapatkan pahala tersendiri.
- Senyumnya kepada sesama saudaranya adalah sedekah. Dan ini akan menambahlagi kesempatannya untuk mendapatkan pahala.
- Ketika hendak berpisah dengan sesama jamaah di masjid, maka dia akan mendapat pahala bila mengucapkan salam atau membalas salam.
- Dia juga akan mendapatkan pahala bila diikuti dengan berjabat tangan ketika akan berpisah dengan sesama muslim.
- Ketika pulang dari masjid, dia membaca doa keluar masjid. Hal itu menambah lagi pahalanya.
- Di masjid terbuka kesempatan untuk berinfaq, maka bila dia memanfaatkan kesempatan itu, dia akan mendapatkan pahala tersendiri dari berinfaq.
- Di dalam masjid seringkali digelar khutbah atau majelis ilmu (kultum). Bila dia mendengarkan nasehat dan penyampaian ilmu dengan niat menjalankan perintah Allah SWT dan karena menuntut ilmu itu wajib hukumnya, maka dia akan mendapatkan kebaikan tersendiri.
- Ketika keluar, dia melangkah dengan kaki kirinya. Satu lagi tambahan pahala akan didapatnya.
- Ketika pulang, dia mengambil jalan lain yang tidak sama dengan jalan yang dilewati saat pergi ke masjid. Ini adalah sunnah Rasulullah SAW yang tentu mendatangkan pahala tersendiri.
- Setiap langkah kaki saat pulang dari masjid, maka dia akan mendapatkan pahala lain tersendiri.
Butir-buitr kesempatan memetik pahala di atas dari berbagai dalil yang berserak-serak, kemudian dikumpulkan. Tentu saja jumlahnya tidak hanya 27 bagian saja, pasti akan ada lebih banyak lagi.Namun uraian di atas hanya sekedar memberikan contoh salah satu versi ijtihad pada ulama ketika menguraikan rahasia mengapa shalat berjamaah di masjid lebih utama dari shalat yang lainnya.
Tentu saja tidak semua orang yang shalat di masjid berjamaah akan mendapatkan semua kesempatan itu. Sebab tidak semuanya melakukan hal-hal di atas. Tapi intinya kami ingin memberikan pemaparan bahwa di balik keutaman shalat berjamaah di masjid itu, memang ada alasan-alasan logis yang bisa ditarik sebagai landasan. Paling tidak, hal-hal di atas akan memberikan alasan mengapa shalat berjamaah di masjid lebih utama untuk dikerjakan. Wallahu a'lam bishshawab, Ahmad Sarwat, Lc.
KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA'AH
(Senin, 15 Maret 2004) - Peranserta dari Administrator - Terakhir Diperbarui ()
Shalat merupakan rukun kedua dalam rukun Islam setelah syahadatain, dan shalat merupakan tiang agama dan amalan
yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan melaksanakannya dengan cara berjama'ah merupakan
ketaatan yang sangat mulia kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sebagai syiar Islam, namun banyak orang yang
mengaku dirinya beragama Islam menganggap remeh masalah ini. Hal ini disebabkan mereka belum mengetahui
besarnya pahala yang Allah Subhanahu wa Ta'ala sediakan terhadap orang yang melaksanakan shalat secara
berjama'ah dan ketidaktahuan mereka terhadap hukum shalat berjama'ah itu sendiri.
Fadhilah Shalat Berjama'ah
1. Naungan Allah Subhanahu wa Ta'ala pada hari kiamat bagi orang yang hatinya terpaut pada masjid.
Salah satu fadhilah yang didapatkan dari shalat berjama'ah adalah barang siapa yang mempunyai rasa cinta yang dalam
terhadap masjid untuk melaksanakan shalat berjama'ah di dalamnya maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan
memberikan naungan pada hari kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
3N(R9N)L JO8PDQOGOEO 'DDGO APJ 8PDQPGP JNHREN D'N 8PDQN %PD'QN 8PDQOGO ...HN1N,ODL
BNDR(OGO EO9NDQNBL APJ 'DREN3N',P/P... : E*AB 9DJG
"Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah Subhanahu wa Ta'ala di hari yang tidak ada naungan kecuali
naungan-Nya (diantaranya)......dan seseorang yang hatinya selalu terpaut pada masjid" (Muttafaqun Alaihi)
Berkata Imam An-Nawawi 1-EG 'DDG ketika menjelaskan makna hadits di atas yaitu "Orang mempunyai rasa cinta yang
dalam terhadap masjid dan kontinyu dalam melaksanakan shalat berjama'ah di dalamnya bukan berarti selalu tinggal
didalam masjid" (lihat syarah An-Nawawi 7 : 121)
2. Keutamaan berjalan ke masjid untuk shalat berjama'ah
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah menjelaskan bahwa setiap langkah seorang muslim menuju ke masjid
merupakan salah satu sebab pengampunan dosa dan pengangkatan derajat, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam
bersabda :
#ND'N #N/ODQOCOER 9NDNI EN' JNER-OH 'DDGO (PGP 'DR.N7N'JN' HNJN1RAN9O (PGP 'D/QN1N,N'*P BN'DOH'
(NDNI JN' 1N3OHDN 'DDGP BN'DN ...HNCN+R1N)O 'DR.O7N' %PDNI 'DREN3N',P/P... : 1H'G E3DE
"Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajat ?"
Para shahabat berkata : "Tentu, Ya Rasulullah", Beliau bersabda " ....dan memperbanyak langkah menuju ke masjid ..."
(HR. Muslim).
Pengangkatan derajat artinya kedudukan yang tinggi di Syurga (lihat syarah An-Nawawi 3 : 141).
Jangan dianggap bahwa penghapus dosa dan pengangkatan derajat hanya didapatkan bagi orang yang memperbanyak
langkahnya menuju ke masjid akan tetapi fadhilah ini akan didapatkan juga ketika kembali ke rumahnya, sebagaimana
sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam :
ENFR 1N'-N %PDNI EN3R,P/P 'DR,NEN'9N)P AN.O7RHN)L *NER-OH 3NJQP&N)K HN.O7RHN)L *OCR*N(O DNGO -
N3NFN)K, 0N'GP(K' HN1N',P9K' : 1H'G #-E/
"Barang siapa yang menuju ke masjid untuk shalat berjama'ah maka setiap langkahnya menghapuskan dosa dan ditulis
padanya satu kebaikan baik ketika ia pergi maupun ia kembali" (HSR. Ahmad).
3. Keutamaan menunggu shalat
Dan diantara fadhilah shalat berjama'ah adalah barang siapa yang duduk untuk menunggu shalat ia akan senantiasa
dido'akan oleh para malaikat, makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
:
http://www.wahdah.or.id/wahdah - Wahdah Islamiyah Powered by Mambo Generated: 10 June, 2009, 19:16
D'N JN9R5OHFN 'DDGN EN' #NEN1NGOER HNJNAR9NDOHFN EN' JO$REN1OHFN . 'D*-1JE : 6
"Tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan". (QS. At Tahrim :6)
Rasululah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
#N-N/OCOER EN' BN9N/N JNFR*N8P1O 'D5QND'N)N APJ 5ND'N)M EN' DNER JO-R/P+R *N/R9OH DNGO
'DREND'N&PCN)O 'DDQNGOEQN ':RAP1R DNGO 'DDQNGOEQN '1R-NERG : 1H'G E3DE
"Apabila salah seorang dari kalian duduk untuk menunggu shalat di masjid maka dia senantiasa dalam keadaan shalat
selama ia tidak berhadats (dan) para malaikat akan mendo'akannya : "Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia"
(HR. Muslim)
4. Keutamaan berada di shaf pertama
Dalam shalat berjama'ah terdapat shaf dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah melebihkan shaf awal atas
shaf lainnya dikarenakan didalamnya terdapat fadhilah yang sangat agung. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam
bersabda :
DNHR JN9RDNEO 'DFQN'3O EN' APJ 'DFQP/N'!P HN'D5QNAQP 'RD#NHQNDP +OEQN DNER JN,P/OH' %PD'QN
#NFR JN3R*NGPEOH' 9NDNJRGP D'N3R*NGNEOH'
: 1H'G 'D(.'1J
"Kalau seandainya manusia mengetahui apa yang terdapat dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak
mendapatkannya kecuali dengan melakukan undian niscaya mereka akan melakukannya" (HR. Bukhari)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam tidak menjelaskan tentang fadhilah apa yang terkandung didalamnya hal ini
menunjukkan betapa besarnya pahala yang terdapat didalamnya.
Dan telah datang beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa shaf awal juga menyerupai shafnya para malaikat,
sebagaimana juga terdapat riwayat bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala dan malaikat-Nya bershalawat terhadap orangorang
yang berada di shaf awal dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah memintakan ampun kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala atas orang-orang yang berada di shaf pertama dan kedua (Lihat Ahammiyatu Shalatil Jama'ah :
21-24).
5. Keutamaan berada di shaf sebelah kanan
Diriwayatkan dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
%PFQN 'DDGN HNEND'N&PCN*NGO JO5NDQOHFN 9NDNI ENJN'EPFP 'D5QOAOHAP : 1H'G #(H /'H/
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang berada pada shaf sebelah kanan" (HHR.
Abu Daud dan Ibnu Majah).
Dan adalah para shahabat menyukai untuk senantiasa berada di bagian kanan shaf apabila mereka shalat dibelakang
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Al-Bara' Radhiyallahu 'anhu berkata :
COFQN' %P0N' 5NDQNJRFN' .NDRAN 1N3OHDP 'DDGP #N-R(N(RFN' #NFR FNCOHFN 9NFR JNEPJFPGP
ANJOBR(PDO 9NDNJRFN' (PHN,RGPGPN : 1H'G #(H/'H/
"Kami apabila shalat di belakang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam lebih kami sukai untuk kami berada di sebelah
kanan beliau karena beliau menghadapkan wajahnya (pertama kali) kepada kami (saat salam)" (HSR. Abu Daud)
6. Keutamaan mengucapkan amin bersama imam
http://www.wahdah.or.id/wahdah - Wahdah Islamiyah Powered by Mambo Generated: 10 June, 2009, 19:16
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah menjelaskan tentang fadhilah mengucapkan amin bersama-sama imam
dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
Sallam bersabda:
%P0N' BN'DN 'RD%PEN'EO :NJR1P 'DREN:R6OH(P 9NDNJRGPER HND'N 'D6QN'DQPJFN ANBOHDOH' "EPJFN
AN%PFQNGO ENFR HN'ANBN BNHRDOGO BNHRDN 'DREND'N&PCN)P :OAP1N DNGO
EN' *NBN/QNEN EPFR 0NFR(PGP : 1H'G 'D(.'1J
"Apabila imam mengucapkan "ghairul maghduubi 'alaihim waladdhaliin" maka katakanlah "Amin" karena barang siapa
yang aminnya bertepatan dengan aminnya para malaikat maka akan diampuni dosanya yang telah lalu " (HR. Bukhari)
7. Pengampunan dosa atas orang yang melaksanakan shalat berjama'ah setelah menyempurnakan wudhu.
Diantara fadhilah dari shalat jama'ah adalah kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam atas orang yang
shalat berjama'ah setelah menyempurnakan wudhu berupa pengampunan dosa. Diriwayatkan dari Utsman bin Affan
berkata "Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
ENFR *NHN6QN#N DPD5QND'N)P AN#N3R(N:N 'DRHO6OH!N +OEQN EN4NI %PDNI 'D5QND'N)P
'DRENCR*OH(N)P AN5ND'QNGN' EN9N 'DFQN'3P #NHR EN9N 'DR,NEN'9N)P #NHR APJ 'DREN3R,P/P :NAN1N
'DDGO DNGO 0OFOH(NGO : 1H'G E3DE
"Barang siapa yang berwudhu dan menyempurnakannya kemudian berjalan untuk melaksanakan shalat fardu bersama
dengan manusia atau secara berjama'ah atau di dalam masjid maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengampuni
dosa-dosanya" (HR. Muslim)
8. Keutamaan shalat berjama'ah atas shalat sendiri
Telah terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan tentang ganjaran bagi orang yang melaksanakan shalat secara
berjama'ah berupa pelipat gandaan derajat atas orang yang shalat secara sendiri-sendiri. Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa Sallam bersabda
( 5ND'N)O 'DR,NEN'9N)P *NAR6ODO 5ND'N)N 'DRAN0QP (P3N(R9M HN9P4R1PJFN /N1N,N)K ( 1H'G 'D(.'1J
"Shalat berjama'ah lebih afdhal dari shalat sendiri sebanyak dua puluh derajat" (HR. Bukhari)
9. Dua pembebasan atas orang yang senantiasa mendapatkan takbir pertama imam selama empat puluh hari
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :
ENFR 5NDQNI PDDGP #N1R(N9PJFN JNHREK' APJ ,NEN'9N)M JO/R1PCO 'D*QNCR(PJ1N)N 'RD#OHDNI
CO*P(N*R DNGO (N1N'!N*N'FP (N1N'!N)L EPFN 'DFQN'1P HN(N1N'!N)L EPFN 'DFQPAN'BP : 1H'G 'D*1E0J
"Barang siapa yang shalat selama empat puluh hari secara berjama'ah dan selalu mendapatkan takbir pertama, maka di
tetapkan baginya dua pembebasan : Pembebasan dari api neraka dan pembebasan dari nifaq" (HHR. Tirmidzi).
Ya Allah, janganlah Engkau wafatkan kami sebelum kami mendapatkan keutamaan-keutamaan ini, Amin.
-Syamsuddin-
Maraji' : Ahammiyah Shalati Al Jama'ah, Dr. Fadhlu Ilahi
(Al Fikrah Tahun 2 Edisi 18)
http://www.wahdah.or.id/wahdah - Wahdah Islamiyah Powered by Mambo Generated: 10 June, 2009, 19:16


0 komentar:
Posting Komentar